Bali – PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN), entitas usaha di bawah Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero), berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan Indonesian Palm Oil Conference and 2026 Price Outlook (IPOC 2025) yang diselenggarakan di Bali International Convention Center (BICC), The Westin Resort Nusa Dua, Bali.
Pada hari kedua pelaksanaan konferensi, pembahasan difokuskan pada analisis proyeksi harga minyak sawit, kebijakan global, serta strategi industri sawit dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dunia. Diskusi ini menjadi bagian penting dalam merumuskan arah dan respons industri terhadap dinamika pasar global.
Mengusung tema “Navigating Complexity, Driving Growth: Governance, Biofuel Policy and Global Trade”, sesi-sesi diskusi menghadirkan para pemangku kepentingan dari berbagai latar belakang, mulai dari perwakilan pemerintah, analis pasar global, lembaga riset internasional, hingga pelaku industri sawit dari sektor hulu hingga hilir.
Dalam kegiatan tersebut, KPBN diwakili oleh Andrial Saputra, Kepala Bagian Bursa dan Pengembangan Bisnis, serta Ardita Sukma Perdana, Kepala Subbagian Bursa dan Pengembangan Bisnis. Keduanya mengikuti sejumlah sesi strategis guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif terkait arah kebijakan dan perkembangan pasar minyak sawit dunia.
Partisipasi KPBN pada IPOC 2025 menjadi momentum strategis untuk memetakan langkah perdagangan ke depan serta memperkuat kesiapan perusahaan dalam merespons dinamika pasar CPO pada tahun mendatang. Selain itu, forum ini juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperluas jejaring, memperkuat komunikasi dengan para pemangku kepentingan, serta membuka peluang kolaborasi dengan pelaku industri sawit baik di tingkat nasional maupun internasional.
Keikutsertaan KPBN dalam forum internasional ini sejalan dengan komitmen Holding Perkebunan Nusantara dalam mendorong penguatan tata kelola, daya saing, serta keberlanjutan industri sawit nasional di tengah tantangan global.

